Home / WAWANCARA / Hasil Bimtek Tidak Maksimal, Bila Guru Tidak Optimal

Hasil Bimtek Tidak Maksimal, Bila Guru Tidak Optimal

DI era transparansi informasi dan kemudahan berkomunikasi, akibat penemuan teknologi informasi dan komunikasi yang makin canggih, untuk mengetahui pikiran-pikiran para pengambil kebijakan, atau pelaksana kebijakan di lapangan, tidak mesti ‘ngingkig’ seperti dulu, mendatangi tempat dinasnya. Wawancara tertulis via sarana jejaring sosial, bisa dilakukan, dan bisa berjalan tik-tok seperti main tenis meja.

Di bawah adalah salah satu gambaran riil, walau hanya sekilas, pandangan seorang Kepala Sekolah dalam menyikapi dunia pendidikan. Doddi Ahmad Fauji dari SituSeni melakukan wawancara tertulis dengan Euis Sumiati yang menjabat Kepala Sekolah SDN Kondang 02 Kec.Majalaya, Kabupaten Bandung.

Petikan wawancaranya.

Coba ceritakan VISI dan MISI Anda dalam memimpin sekolah?

Terwujudnya peserta didik yang memiliki kompetensi intelektual, emosional, spiritual, yang unggul menuju persaingan global, berdasarkan karakter bangsa.

Adapaun misi sekolah kami adalah:

  1. Menanamkan karakter budi pekerti secara berkelanjutan.
  2. Mewujudkan sekolah yang peserta didiknya melek baca.
  3. Mengembangkan budaya sekolah yang agamis.
  4. Meningkatkan proses pembelajaran yang baik-baik, di dalam maupun di luar kelas.
  5. Melengkapi sarana prasarana yang masih kurang.
  6. Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah.
  7. Meningkatkan kualitas lulusan.

Target apa yang hendak dicapai pada masa kepemimpinan Anda?

Mewujudkan Visi yang dicanangkan berdasarkan tahapan-tahapan yang dituangkan dalam program kerja sekolah.

Apa saja yang sudah dicapai atau terwujud dari VISI, MISI, dan target tadi?

Berjalannya program dan pembiasaan, yang diharapkan bisa menunjang keberhasilan pencapaian visi dalam limit waktu yang sudah ditentukan.

Telah berdirinya gubuk kecil di sudut sekolah, berwujud bank sampah, yang bisa diharapkan bisa menanamkan sikap peduli anak terhadap lingkungan.

Bagaimana Anda menilai konsep pendidikan secara menyeluruh di Indonesia saat ini, dan di wilayah (Kabupaten/Kota) sekolah Anda saat ini?

Pendidikan di Indonesia saat ini, diatur oleh UU No. 20 Th. 2003. Pendidikan dibagi menjadi 3 jalur: formal, nonformal dan informal, serta empat jenjang Paud, pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Secara umum, konsepnya sudah baik. Namun demikian, kondisi pendidikan di Indonesia masih belum ideal.

Hal tersebut disebabkan, belum mampu menjawab tantangan masa depan. Jika dilihat hasil lulusan (output), terutama dari lembaga tinggi, belum terserap tenaga kerja. Hal ini menimbulkan masalah sosial, yaitu pengangguran. Melesatnya kemajuan pendidikan diimbangi dengan perubahan dan pengembangan kurikulum, dan pada kenyataanya, upaya itu seperti mentah, alias kurang persiapan.

Hal tersebut di atas memang tidak sepenuhnya kesalahan berada di pundak pemerintah, tapi kesiapan SDM yang berada di lingkar pendidikan itu sendiri, tidak mampu mengimbangi tuntutan kemajuan pendidikan. Secara sederhana saya contohkan, masih banyak TPK yang masih TBC (tidak bisa komputer) atau tidak melek IT. Hal ini tentu saja tidak bisa digeneralisasikan. Artinya, sudah banyak guru yang terampil IT, terutama guru-guru yang masih muda, dan ternyata dalam implementasinya, bukan hanya sistem yang harus selalu diperbaiki, namun juga pola pikir SDM mesti dikemas agar siap menghadapi tantangan yang paling utama, yaitu perubahan. Bimtek-bimtek yang dilaksanakan, tidak akan membawa hasil maksimal, seandainya guru yang di-bimtek, tidak ada niat yang kuat untuk melaksanakannya di lapangan.

Apa saja yang baik dan harus dipertahankan dari sistem pendidikan di Indonesia saat ini?

Yang harus dipertahankan dari Sisdiknas adalah pasal-pasal yang sudah sesuai implementasinya. Artinya, tidak bertabrakan dengan konstitusi.

Apa saja yang harus diubah dari sistem pendidikan di Indonesia saat ini?

Yang harus dirubah adalah pasal-pasal yang liberal, yang tidak melindungi pendidikan bangsanya. Dalam hal ini, bangsa kita tidak boleh dididik oleh bangsa asing, terutama dalam karakter, karena perbedaan adat budaya yang begitu jauh antara bangsa kita dengan bangsa barat. Hal tersebut saya ibaratkan untuk sekolah bertarap internasional.

Bagaimana Anda menilai gerakan literasi sekolah saat ini, di tingkat dearah atau nasional?

GLS saat ini terasa lebih semarak dan lebih maju. Hal ini ditengarai dengan munculnya pojok, sudut baca di berbagai tempat, baik di lembaga formal maupun di masyarakat.

Sudah banyak taman baca yang didirikan oleh perorangan, walau secara sederhana, namun kita harus memberikan penghargaan pada upaya mereka.

Seperti apa jalannya gerakan literasi di sekolah Anda saat ini?

GLS di SDN KONDANG 02 sudah berjalan, walau masih merangkak pelan, wujud gerakan literasi ditandai dengan pembiasaan baca 15 menit, baca buku dengan review, Readathon.

 

 

 

Bimtek-bimtek yang dilaksanakan, tidak akan membawa hasil maksimal, seandainya guru yang di-bimtek, tidak ada niat yang kuat untuk melaksanakannya di lapangan.

 

Bio Data

Nama

Euis Sumiati ,S.Pd M.M

Tempat tanggal lahir

Bandung, 22 Januari 1962.

Unit Kerja

SDN Kondang 02 Kec.Majalaya, Kabupaten Bandung

Menjabat Kepala Sekolah

Sejak September 2016

Alamat rumah

Jln. Babakan No 62, Desa Majasetra, Kec Majalaya, Kab. Bandung

Pendidikan

S1 Lulusan Universitas Terbuka, tahun 2010.

S2 Lulusan STIE Pasundan Bandung

Hobi

Menulis

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Tanya Situ Seni

)
    is typing...

    Fill in the form below to send us a message.

    Send Message Cancel