Home / PROSA / Khasiat Tembakau Nusantara (Cer-Pen-Bung) Bagian 2

Khasiat Tembakau Nusantara (Cer-Pen-Bung) Bagian 2

Cerita Pendek Bersambung Doddi Ahmad Fauji.

 

Ada kisah yang sangat memilukan dalam hidupku. Aku belum punya ingatan kala itu. Ibuku yang menceritakannya. Usiaku kira-kira dua tahun. Penduduk di desa kami yang menghuni perbukitan gembur, nun di Subang Larang sana, memanfaatkan kali untuk MCK . Pengasuh dan kakakku tiap hari pergi ke kali, membawaku bila sedang sehat, untuk ikut dimandikan. Saat aku sedang dimandikan, musibah itu datang. Banjir bandang tiba-tiba menerjang akibat hujan lokal yang menderas di hulu sungai. Pengasuhku panik menyelamatkan diri. Nahas, langkahnya terpeleset karena menginjak batu yang licin. Aku terlepas dari genggamannya, lalu hanyut terbawa arus yang makin deras. Sekira 25 meter ke hilir, aku ditemukan tersangkut di bambu tampian . Tentu saja dalam keadaan pingsan.

Aku dibaringkan di tengah rumah. Perut buncit, tulang iga menonjol sehingga tubuhku benar-benar nampak seperti rorongkong. Nafas tersengal-sengal. Kepalaku terlalu besar untuk badanku yang kelewat kurus, seakan aku ini menderita tunagrahita. Sampai sekarang aku selalu merasakan ukuran batok kepalaku tidak proporsional untuk tubuhku yang minimalis. Jidatnya terlalu nongnong, sehingga selalu memerlukan topi atau kupiah ukuran extra large. Seluruh sanak famili dan tetangga berdatangan. Jampi-jampi dibacakan, walau ayahku sudah menjadi pelaksana ajaran Wahabi. Doa-doa tentu dirapal juga. Malah ada yang Yasinan. Ajalku telah tiba. Hadirin menangis.

Tetapi Tuhan memang Maha Ajaib. Ketika koor tangisan makin meradang, kata ibuku, aku siuman dengan pandangan yang terheran-heran. Aku bangkit duduk, dan melihat satu persatu ke orang-orang yang sedang mengerubung. Lalu dua kata terucap dari mulutku: Hayang ndud!” (ingin merokok)!

Para lelaki segera berebutan membuat rokok linting dari daun kawung. Disulut dan diserahkan kepadaku. Aku menghisapnya, lalu batuk-batuk. Oh, Karuhun  dari manakah yang merasuk ke dalam jiwa seorang anak pesakitan akibat bengek, yang justru malah minta rokok di saat gawat darurat!

Aku paham benar ketika salah satu keponakanku yang kini berusia 2,5 tahun belum bisa ngomong lancar, namanya Almeira, nakalnya tak terucap. Gemar benar ia melemparkan benda-benda ke dinding, terkadang ke kaca ruang tamu. Semakin keras gemerincing suara benda menubruk dinding, terlihat semakin puas ia bergelak tawa. Terkadang ia koprol di kasur dengan kedua kaki membentur partisi penyekat ruangan yang terbuat dari tripleks, sehingga benturan kakinya melahirkan eksplosif yang mengejutkan orang-orang. “Almeiraaaaaaa!”

Tak ada ketakutan sedikit pun saat dibentak ibunya. Ia malah tertawa-tawa, dan pasti mengulanginya lagi bila tidak segera dirangket. Itu terjadi, karena seperti aku, ia juga mengidap asma sejak lahir. Badannya subur. Tapi bila sudah diserang bengek, tubuhnya akan segera melorot. Untunglah medicine jaman sekarang memungkin asma diredam dengan cepat tanpa efek samping seperti yang kualami dulu. Dulu tiap minggu aku bengek, makanya badanku kurus tirus.

Aku melihat diriku dalam dirinya. Dalam darah Almeira mengalir naluri pemberontakan akibat endemik asma yang serasa mencekik leher. Naluri yang sering juga menggeliat di kedalaman sukmaku bila aku merasa terancam, diserang, disudutkan, dituduh, apalagi disakiti. Apabila usul ditolak, kritik dilarang, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: Lawan!

***

7.  Karuhun (Sunda = leluhur yang sudah lama meninggal).

8. Penggelan larik-larik puisi Widji Thukul yang amat terkenal di kalangan aktivis anti Orde Baru. Widji Thukul lenyap dalam peristiwa reformasi 1998, dan tidak kembali sampai sekarang. Diduga ia diculik dan dibunuh.

Check Also

Firstiana Annisa (bagian dua belas) oleh: Tinov

Bagian dua belas 12.45 pesawat yang membawaku sampai di Dubai International Airport pada terminal yang …

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Tanya Situ Seni

)
    is typing...

    Fill in the form below to send us a message.

    Send Message Cancel