Home / PROSA / Khasiat Tembakau Nusantara (Cerita Pendek Bersaambung) Bagian ke-4

Khasiat Tembakau Nusantara (Cerita Pendek Bersaambung) Bagian ke-4

Oleh Doddi Ahmad Fauji

Fikta (fiksi nyata)

KEJADIAN kedua, waktu main badminton kelas 3 SMP. Mata kiriku terkena kok sampai buta oleh smesh lawan. Sakitnya tiada tandingan, dan pening berpusing-pusing kepalaku. Para penonton menertawakanku. Aku ambruk, merunduk dalam gerak sujud, bukan untuk menahankan malu, tapi karena sakit tiada terkira. Lalu aku bangkit berdiri, namun tubuhku melayang-layang, gelap, dan ambruk lagi. Ketika tersadar, aku sudah dibaringkan di kasur, separuh dunia terasa gelap dan sakit. Mataku buta sebelah selama seminggu.

Kejadian ketiga, murni dosa tetanggaku, tapi orang tuanya tidak bertanggungjawab dalam pengobatan mataku. Untunglah ayahku yang PNS punya kartu askes. Saat itu sedang liburan semester 1 kelas 1 SMA, dan aku sedang berpuasa karena memang Bulan Ramadan. Menjelang sore, aku disuruh ibuku membeli sirop untuk buka puasa.

Di tengah jalan menuju warung, ada anak-anak jahil yang sedang perang-perangan dengan petasan. Mereka bersebrang-sebrangan. Salah seorang dari anak itu melemparkan petasan ke arah lawan yang berada di seberang jalan. Padahal beberapa orang sedang melintas di jalan yang lebarnya hanya semeter itu.

Petasan yang dimaksudkan dilemparkan ke arah lawan, keburu meledak di tengah jalan, sejengkal tepat di depan kepalaku. Aku terperanjat namun tidak sempat menghindar secara refleks. Mataku terasa berkunang-kunang. Saat itu tidak ada dampak apa-apa. Namun setelah wudhu untuk solat Magrib, kulit kelopak mataku terasa gatal, dan aku menggaruknya. Gatal itu tidak reda, malah semakin digaruk semakin gatal. Sepanjang malam aku tersiksa oleh rasa gatal itu. Waktu kami mau sahur, ibuku melihat kelopak mataku merah-lebam dan sedikit bengkak. Ayahku berang.

Esoknya aku dibawa ke Puskesmas. Namun hari esoknya lagi, kelopak mataku makin membengkak dan menggelembung seperti bisul. Mungkin telah terjadi malapraktik oleh dokter Puskesmas. Lalu kami dibawa ke Mantri Adang. Walau hanya seorang Mantri, Pak Adang memiliki kemampuan dalam mengobati pelbagai sakit mata, bahkan melebihi kemampuan dokter. Ia mendapat sertifikat spesial dari Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Di luar dugaan kami semua, kelopak mataku harus dibelek, dioperasi.

Walau sudah dibius, ternyata rasa sakit tetap terasa. Kelopak mataku serasa disisit-sisit oleh silet. Ahhhh sakittt. Aku menjerit-jerit. Usai dioperasi, kedua mataku diperban sehingga kata adikku, wajahku jadi mirip pocong. Tiga hari kurasakan bumi gelap gulita dengan kepala berdengung-dengung pusing bukan kepalang. Seperti ini rasanya buta. Pada malam hari siksaan datang. Ketika hendak buang air, aku harus berjalan meraba-raba sendirian, karena aku tidak berani membangunkan siapapun untuk menolongku memapah ke kamar mandi. Resikonya, kadang kaki menendang ember.

Pada malam ketiga aku diperban, kehebohan terjadi jelang dini hari. Kala itu, lampu di ruang tengah sepertinya sudah padamkan. Tentu aku tidak tahu dan tidak merasakannya. Aku keluar dari kamar untuk buang air. Begitu keluar dari kamar, tak lama kemudian terdengar jeritan panjang. Aku kaget dan spontan berlari. Malang, aku nabrak tembok. Seluruh anggota keluarga bangun.

Rupanya, saat aku berjalan di ruang tengah, kedua tanganku menjulur ke depan untuk meraba-raba tembok atau pintu dengan langkah yang tersendat-sendat. Kala itu, adikku yang nyantrik di Melong, pulang ke rumah malam-malam, dan langsung tidur tidak menengok aku terlebih dulu. Ia tidak tahu kedua mataku diperban. Ketika aku berjalan tersendat-sendat dengan kedua lengan menjulur ke depan, ia juga mungkin hendak ke kamar mandi untuk ambil wudlu dan mendirikan tahajud. Begitu ia menyalakan lampu ruang tengah, ia kaget melihat sosok yang dikiranya pocong atau maling, makanya ia menjerit histeris dan panjang. (bersambung)

Check Also

Firstiana Annisa (bagian dua belas) oleh: Tinov

Bagian dua belas 12.45 pesawat yang membawaku sampai di Dubai International Airport pada terminal yang …

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Tanya Situ Seni

)
    is typing...

    Fill in the form below to send us a message.

    Send Message Cancel